Warteg a la resto



Warteg Dita Bahari di Depok Timur
 Warung Tegal di Jakarta di era 70-an identik dengan warung seadanya, serta spesial untuk para tukang becak. Pekerjaan fisik tukang becak berat, hingga perlu asupan karbohidrat tinggi. Maka kebutuhan akan makanan murah namun porsi nasinya besar dilayani oleh warung nasi yang pemiliknya umumnya berasal dari Tegal, Jateng, sedaerah dengan para tukang becak tersebut.
Seirama dengan perjalanan waktu dan persinggungannya dengan warung dari daerah lain, restoran atau cafe, serta konsumen yang bergerak ke lapisan lebih atas seperti mahasiswa, karyawan dan sebagainya, maka warung Tegal (Warteg) pun kian berbenah menyesuaikan diri.
Dua pelayan berseragam melayani langganan
Satu hal yang mengejutkan, Warteg yang mengadopsi pelayanan restoran modern atau “kelas atas” , terdapat di Depok, daerah “udiknya” Jakarta. System pelayanannya tetap sama seperti 50 tahun lalu ketika Warteg mulai merambah Jakarta, yaitu pelanggan datang, melihat berbagai masakan, memilih, lalu pelayan meladeninya.
Tapi apa yang dilakukan Warteg Dita Bahari yang berada di Jalan Bahagia Raya, Depok Timur, Depok, ini cukup maju. Para karyawan yang umumnya gadis-gadis rupawan, diberi pakaian seragam berbagai model dan warna. Setiap hari mereka berganti seragam.
Selain penampilan pelayannya yang berbeda, Warteg Dita Bahari dicat warna pink yang berkesan chick dan bersih. Dinding ruangan dalam dilapisi keramik warna pink juga, dan kebersihannya terjaga betul-betul. Terlebih lagi, masakannya komplet dan rasanya lumayan enak dibanding warung sejenis.
Karena terletak di daerah yang ramai di mana di sekitarnya banyak toko, sekolah, atau pun tempat kursus, maka dengan kelebihannya itu Dita Bahari laris. Orang datang untuk makan di tempat atau untuk dibawa pulang.

Warteg a la resto

Warteg a la resto ditulis oleh
10/10 based on 10 ratings from 10 reviewers
Ayo berkomentar dengan baik!
Komentar menggunakan sistem moderasi. Gunakan nama asli / alias untuk berkomentar, bukan judul post atau nama produk. Komentar dengan link mengarah ke post / produk mungkin tidak akan ditampilkan. Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan, terima kasih.

2 komentar:

  1. saya pernah makan di warteg dita bahari memang masakanya ga kalah sm padang tapi harganya jauh sm warung padang.warteg DITA BAHARI warteg bintang lima harga kaki lima

    BalasHapus
  2. tentu saja hanya warteg yg berkualitas yg akan rame pengunjung dan mampu mengalahkan warung padang/restoran.
    seperti warteg DITA BAHARI yg ada di jl bahagia raya.kualitas rasa & sajiannya,kebersihannya,dan pasti harganya yg murah pas untuk kantong saya yg notabene mahasiswa.pantas saja warteg dita bahari di nobatkan sebagai BEST IS THE BEST WARTEG se kota depok,dan telah mendapatkan penghargaan th 2011

    BalasHapus