Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2010

Senyum dikiiit - 0

Pengacara, wartawan, dan tentara

Bintang film Hollywood beken era 30-40an, Errol Flynn, menulis dalam otobiografinya bahwa, katanya, Tuhan menciptakan semuanya serba sempurna. “Hanya satu kesalahan yaitu ketika Ia menciptakan pengacara,” tulisnya. Jelas saja ia sewot kepada pengacara, sebab ketika dirinya bercerai dengan istrinya, ia digugat hartanya habis-habisan. “Pengacara istriku menguliti aku hidup-hidup,” keluhnya. Akibat gugatan itu ia bangkrut hartanya habis.
Sastrawan Inggris William Shakespeare dalam ceritanya berjudul Cade’s Rebellion menulis: Kill all lawyers. Begitu ekstrem ya?
Para akhir era 70-an, Majalah Tempo, mengadakan polling kepada para orangtua mengenai siapa calon mertua ideal mereka. Dokter terbukti menempati urutan pertama, disusul insiyur kemudian pengusaha.
Siapa menantu yang tidak mereka sukai? Urutan pertama ditempati pengacara, kemudian wartawan dan berikutnya tentara!

Artikel - 9

Always Sex

Oleh Adji Subela

Sungguh menyedihkan ketika muncul berita seorang gadis hilang “digondol” cowok yang baru dia kenal beberapa hari sebelumnya lewat jejaring sosial facebook. Berita tadi lantas memancing tersiarnya kasus serupa yang ternyata banyak juga terjadi di daerah lain. Bukan cuma ‘penculikan’ saja tapi menyangkut segala jenis skandal yang pada intinya berkisar pada masalah susila, jelasnya saja seks!
Tak heran bila ada ulama Islam yang mengharamkan facebook untuk disimak kaum muslimin/muslimah. Tentu saja fatwa itu merugikan ummat sendiri. Essensi sebenarnya adalah bagaimana kita memakai, mengelola facebook itu sehingga dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dan menghindari mudharat hingga sekecil-kecilnya. Ibarat pisau, bisa dipakai sebagai alat untuk menyejahterakan manusia dan dapat pula untuk tindak kejahatan. Masalah utamanya bukan pada wahana facebook, tapi kerangka berpikir rakyat kita.
Rakyat perlu diajar, dididik, diarahkan bagaimana memanfaatkan facebook atau …

Mutiara Hati - 8

Penulis Adji Subela
Bagian Ke-8

Kunjungan kejutan seorang sahabat
Setelah sederet upacara kami jalani, maka selama seminggu saya masih tinggal di rumah di Jalan Yogya. Saya hanya mendapat cuti dua hari. Kami semua masih berkumpul di rumah istri saya dengan segala keriangannya. Selama itu sejumlah sahabat masih juga datang menemui saya dan istri. Biasanya kami duduk mengobrol hingga malam larut.
Dalam pada itu, saya mendapat tugas untuk memperbaiki asrama kami yang sudah tua. Anggaran sudah kami ajukan ke Jakarta untuk perbaikan kesatrian itu. Saya juga sudah menyiapkan sebuah rumah untuk kami berdua. Rumah ini cukup besar, memiliki tiga kamar yang luas-luas, halaman belakang yang cukup untuk membua lapangan badminton, sebuah garasi dan halaman depan yang lega. Tanah keseluruhannya mencapai luas kurang lebih 400 m persegi.
Pada suatu petang, ketika saya duduk-duduk di beranda bersama istri untuk menikmati sore yang cerah, tiba-tiba masuklah seorang pria yang gagah ke halaman rumah. Sekila…