Langsung ke konten utama

Soto Betawi Nuansa Jawa




Oleh Adji Subela

       Alangkah nikmatnya pada hari-hari berhujan semacam ini kita menyantap seporsi soto Betawi. Soto jenis ini mengandung sejumlah rempah-rempah yang dapat menghangatkan badan seperti lada, cengkih, kayumanis dan sebagainya.
       Guna memberi aksen gurihnya soto Betawi menggunakan santan, akan tetapi sebagian orang memakai susu. Ada pun bahan utamanya umumnya daging kambing, tapi ada juga yang memakai daging sapi. Sangat jarang yang mencoba menggunakan ayam. Taburan di atasnya berupa bawang goreng serta irisan daun bawang.
       Akan tetapi hasil masakannya tergantung siapa yang memasak dengan latar belakang asal-usulnya. Di Jalan Ciputat Raya di ujung jalan layang, Anda bisa mendapatkan soto Betawi daging sapi yang memiliki nuansa opor Jawa. Bumbu terasa lembut, dan bernuansa agak manis. Secara umum bumbunya tercampur bagus sehingga masing-masing komponen tidak menonjol. Bagi penyuka soto Betawi tapi kurang suka gigitan bumbu, barangkali ini dapat jadi pilihan. Disajikan dalam mangkok yang agak besar, soto Betawi ini tampil agak bergaya cafe.
       Warung sop iga dan tulang serta soto Betawi Bu Murti ini cukup laris sebab letaknya gampang dicapai dan banyak kantor di sekitarnya.
       Guna menemani santapan, disediakan beberapa jenis krupuk seperti krupuk kulit, krupuk ikan Bangka, rempeyek, dan sebagainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Madura di Pontianak

Ikan Bakar Mak Etek Pontianak

Warung ikan bakar Mak Etek (Si Paman kecil) di Pasar Menara, di tengah Kota Pontianak, Kalbar, ini sederhana saja. Tempatnya di tengah los-los pasar seperti yang lain. Tapi ketika kita mendekati warung milik Mak Etek yang nama aslinya Bagindo Alizar (82 tahun) ini, maka indera pertama yang terangsang adalah bau harum ikan bakar yang dijamin menggugah selera makan. Kemudian indra penglihatan segera menangkap kepulan asap tebal dari proses pembakaran ikan yang dikerjakan di samping warung itu. Warung berukuran empat kali sepuluh meter ini dipenuhi delapan meja plastik bundar, dengan masing-masing empat kursi. Hampir setiap saat meja-meja itu dipenuhi pelanggan yang begitu nikmat menyantap ikan bakar, ikan gulai, gulai petai, taoge rebus, daun ubi kayu. Suasana di warung ikan bakar Mak Etek bertambah khas dengan teriakan pelanggan yang meminta tambah nasi atau ikan, serta teriakan pelayan. Begitu riuh, dan berselera di tengah udara panas Pontianak yang berada di garis khatulistiwa, kendat…

Minyak Srimpi

Pada era 50-an tak banyak produk minyak wangi yang beredar di pasaran, terutama yang harganya terjangkau oleh mereka. Oleh karena itu, minyak pengharum badan itu banyak diproduksi perusahaan-perusahaan kecil guna memenuhi kebutuhan pasar akan pengharum. Oleh karena formulanya sederhana dan memakai bahan-bahan atau bibit minyak wangi yang terjangkau, maka dapat dikatakan hampir semua minyak wangi yang beredar waktu itu baunya nyaris seragam.           Satu merk yang popular pada saat itu, dan ternyata masih eksis hingga sekarang adalah minyak wangi cap Srimpi. Minyak ini dikemas dalam botol kaca kecil berukuran 14,5 ml, dengan cap gambar penari srimpi, berlatar belakang warna kuning.           Pada masa itu minyak Srimpi dipakai oleh pria maupun perempuan klas menengah di daerah-daerah. Baunya ringan, segar, minimalis, belum memakai formula yang canggih-canggih seperti halnya minyak wangi jaman sekarang.            Ketika jaman terus melaju, maka produk-produk minyak wangi yang lebih “…