Langsung ke konten utama

Postingan

Suara Sunyi seorang putri

Judul                            : Suara Sunyi Penulis                          : Rose Widianingsih Kurator                           : Malkan Junaidi Desain isi dan sampul     : Malkan Junaidi Lukisan sampul dan isi    : Andry Deblenk Penerbit                         : Indie Book Corner                               ...

"Tukang kayu" Tapi Akuntan

                Sering sekali profesi seseorang itu berbeda atau tak ada hubungannya sama sekali dengan jenis kegemaran atau hobby mereka. Tentu saja yang ideal adalah jika jenis pekerjaan sesuai dengan hobby sehingga diharapkan mampu berprestasi lebih baik.                 Tapi tidak selamanya demikian. Ada orang yang merasa kegemarannya yang berbeda dengan jenis pekerjaannya membuat ia semakin bergairah, karena tidak bosan, dan menganggap sebagai selingan yang inspiratif.                 Bagaimana ya kira-kira kalau seorang auditor atau akuntan pemerintah yang ternyata sekaligus merangkap sebagai “tukang kayu”?   Pria kelahiran Kutoarjo, Jawa Tengah, 63 tahun yang lalu ini semula adalah PNS di Kementerian Keuangan sebagai auditor di Bada...

Ajim hidup dari, untuk pantomim

                Cuplin tiba-tiba terkejut. Seorang penonton ketawa malu-malu kucing keterusan hingga ia pun menirukannya, dengan gaya berlebihan, dan tanpa suara! Tak ayal puluhan penonton lainnya ngakak. Pemuda berusia 27 tahun itu melompat dan penonton semakin terpingkal. Berbedak putih menyolok, dengan bibir bergincu merah dan kumis sikat a la Hitler atau Charlie Chaplin, ia mengenakan baju yang tak kalah ganjilnya: rompi hitam, menutup kaos loreng, bertopi hitam, selendan merah di lehernya, celana tanggung dan kaos kaki menyolok. Gerak-gerik tubuhnya menjadi wakil dari suaranya, sebagaimana layaknya dalam pertunjukan pantomim lainnya.                 Ketika bermain di pelataran Taman Fatahillah – persis di depan Museum Sejarah Jakarta (MSJ) – Rabu, 9 April 2014 lalu, Cuplin, singkatan dari Culun tapi Disiplin, mampu...

Cornelia Agatha & Bunga

Lama tidak tampak di layar kaca, tiba-tiba Cornelia Agatha muncul di panggung Teater Koma awal Maret 2014 ini di Taman Ismail Marzuki (TIM). Artis cantik semampai ini memerankan Bunga, istri mantan demonstran yang sudah menjadi pengusaha sukses dalam lakon Demonstran . Aktris yang mendulang popularitas lewat Si Doel Anak Sekolahan ini mengaku enjoy bermain bersama di panggung bersama Teater Koma pimpinan N. Riantiarno. Ia sudah beberapa kali bergabung dengan teater ini. Bermain di panggung menurutnya menuntut kualitas akting yang lebih tinggi karena tidak ada cut . Sayang vokal Cornelia Agatha kurang maksimal ketika berdialog di panggung tanpa bantuan mikropon, sehingga ada bagian yang kurang bisa terdengar secara baik dari panggung penonton. Dengan make-up yang tebal khas panggung, ia melayani pertanyaan wartawan sekitar perannya itu. Ia puas bisa berakting di panggung yang menuntut konsentrasi tinggi.

Teater Koma, demo, korban politik

                  Tampaknya sudah jadi takdir sejarah untuk berulang, dan jika ia itu dibentuk lewat gerakan massa atau demonstrasi, dus revolusi, maka dia akan memangsa anak-anaknya. Tak peduli apakah yang jadi korban itu rakyat (sudah biasa) ataupun tokoh sejarah itu sendiri. Para mantan "pejuang" yang akhirnya jadi oportunis                 Dan, tampaknya sudah jadi semacam takdir pula bahwa sejarah diukir dan ditempa oleh manusia-manusia ambisius yang kehausan. Haus kekuasaan dan, serta merta, jika sudah demikian, pastilah merujung haus harta juga. Jadi sejarah itu sebetulnya tidak berubah, model dan pelakunya saja yang berbeda-beda. Satu steoreotip hitam yang tidak bosan-bosan diulang manusia yang lucunya tidak juga belajar dari sejarah itu. Maka Bung Karno selalu menyerukan “Jangan sekali-kali melupakan sejar...