Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label NOSTALGIA

Tukang Bendhe

          Bendhe itu satu jenis gong kecil, suaranya nyaring, keras, sehingga dipakai sebagai penarik perhatian orang, misalnya di tempat pengumuman, rapat, atau untuk mengumumkan sesuatu keliling kampung.           Pada era 50-an, orang belum banyak mengenal loudspeaker macam Toa atau Philips. Perangkat itu baru dikenal tahun 60-an, dan seiring majunya industri transistor, maka orang pun memakai loudspeaker jinjing yang ringan-praktis.           Di kampung halaman saya di Ponorogo, Jatim, tahun 50-an, orang sering menjumpai pria tua yang berjalan ke mana-mana keliling kampung untuk menyiarkan “berita” berupa lakon wayang yang bermain di alun-alun kota. Pria itu memakai surjan lurik, kain dan blangkon gaya Yogyakarta. Ketika itu rombongan wayang orang (WO) yang sering berkunjung adalah Ngesti Pandawa asal Semarang serta belakangan WO Cip...

Minyak Srimpi

          Pada era 50-an tak banyak produk minyak wangi yang beredar di pasaran, terutama yang harganya terjangkau oleh mereka. Oleh karena itu, minyak pengharum badan itu banyak diproduksi perusahaan-perusahaan kecil guna memenuhi kebutuhan pasar akan pengharum. Oleh karena formulanya sederhana dan memakai bahan-bahan atau bibit minyak wangi yang terjangkau, maka dapat dikatakan hampir semua minyak wangi yang beredar waktu itu baunya nyaris seragam.           Satu merk yang popular pada saat itu, dan ternyata masih eksis hingga sekarang adalah minyak wangi cap Srimpi. Minyak ini dikemas dalam botol kaca kecil berukuran 14,5 ml, dengan cap gambar penari srimpi, berlatar belakang warna kuning.           Pada masa itu minyak Srimpi dipakai oleh pria maupun perempuan klas menengah di daerah-daerah. Baunya ringan, segar, minimalis, belum memaka...

Shalimar bertahan 90 tahun

Nostalgia Shalimar versi ringan eau de toillette            Namanya indah seharum wangi parfumnya, yaitu Shalimar, Rumah Cinta. Parfum ini memiliki aroma ketimuran kental dan bertahan sejak 90 tahun silam. Shalimar diciptakan pada tahun 1921 oleh Jacques Guerlain, pembuat wewangian tersohor asal Prancis Selatan yang kemudian membangun industri parfumnya di Paris. Banyak tokoh dunia memakai parfum ini, termasuk Presiden Pertama kita, Ir. Sukarno.           Sebenarnya Shalimar diperuntukkan bagi kaum perempuan, tetapi di kala itu belum ada pemisahan tegas peruntukan minyak wangi, hingga pria pun ikut memakainya. Guerlain terinspirasi oleh keindahan Taman Shalimar yang dibangun di Lahore (sekarang berada di wilayah Pakistan) oleh Syah Jehan untuk permaisurinya, Mumtaz, selain monumen Taj Mahal yang terkenal itu. Guerlain mendambakan parfum yang beraroma antik bunga-bungaan dan kay...