Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Percaya Tidak?

Ini bukan iklan sponsor. Kejadiannya berlangsung di kota kecil di Jawa Timur, Ponorogo. Di suatu hari di bulan November 2011 lalu kota ini dilanda hujan angin. Wilayah yang paling rusak kena amukan angin itu adalah di sekitar jembatan Sekayu, di tepi barat kota. Banyak bangunan yang rusak parah. Satu-satunya yang utuh adalah satu gudang, di timur jembatan. Tahukah Anda gudang apakah itu? Gudang penyimpanan jamu Kuku Bima! Rosa! (Jw, kuat) mungkin begitu teriak Mbah Maridjan kalau masih hidup.

Mangga, Nangka, di desa-desa di Madiun

Pohon mangga berderet di jalan di Desa Jatirejo, Kec. Wonoasri. Buah nangka bergelantungan di pohonnya di tepi jalan  di Kecamatan Caruban Berkat visi Bupati yang berorientasi pada ekonomi rakyat kecil dan lingkungan hidup             Perjalanan ke desa-desa di Kabupaten Madiun, Jatim, terasa lebih menyenangkan ketika menyaksikan buah-buahan dan bunga-bungaan bergelantungan di sepanjang jalan.             Ini berkat jasa Bupati Kab. Madiun Ir. Kadiono (1988-1998) yang memiliki visi ke depan kuat dan rasa cinta pada warganya yang tinggi. Dengan pola wajib tanam buah-buahan unggulan di tiap-tiap pekarangan rumah serta di lahan kritis, ia telah mewarisi warga Madiun modal untuk ekonomi keluarga mereka hingga kini. Beberapa tanaman lain seperti mahoni dan asam Jawa juga digalakkan.             Berk...

Rahasia Hidup Muda di Usia Tua

Oleh Adji Subela Untuk orang yang memasuki usia 60 tahun, ada semacam syok terhadap perubahan fisik dan mentalnya. Rata-rata mereka sadar akan perbedaan itu, namun banyak yang tidak bisa berbuat apa-apa, sebab tak tahu arah hidupnya selanjutnya. Ada yang sudah merasa tua sekali ada yang tidak. Alangkah sayangnya bila di sisa usia itu kita sia-siakan tenaga hidup yang sesungguhnya dapat kita jadikan nyala api semangat menikmati hidup dan kehidupan. Di awal Abad Ke-XX lalu, ada seorang pria yang menulis essai di sebuah penerbitan di Amerika Serikat. Kedua-dua pihak sama-sama tidak terkenal. Pria itu bernama Samuel Ullman. Akan tetapi tulisan itu kemudian menjadi amat kondang di masa itu dan mungkin juga di masa sekarang. Jenderal Douglas MrArthur si penakluk Jepang di Pasifik, menyimpan tulisan itu dalam bingkai khusus. Ketika ia tiba di Jepang dan bermarkas di sana beberapa waktu, satu ringkasan artikel Samuel Ullman dipasang di bawah kaca mejanya. Rupanya, orang-orang Jepang meng...

Ujian Nasional Dagelan Massal?

Sulit ya mengatur negara. Tapi sesulit apa pun satu negara mestilah hanya punya satu pemerintahan dan satu Presiden atau Kepala Negara. Kalau lebih dari itu bakal repot, kalau tidak ada, lebih runyam, juga kalau ada tapi seperti tak ada. Negara jadi buta tanpa nakhoda. Mengatur pendidikan saja rumit. Bayangkan, kalau enggak ada Ujian Nasional, maka standard mutu murid seluruh negeri kacau, sulit diukur rata-rata. Dulu itu ujian diserahkan ke sekolah masing-masing. Maka mutu lulusannya jadi pertanyaan, sebab pendidikan sudah jadi komoditas bisnis, kalau tak banyak yang naik kelas, tak ada murid baru, jelas tak ada pemasukan uang baru. Wajar saja bagi negeri yang sudah serba uang seperti ini. Idealisme masa kemerdekaan dulu pupus. Maka wajarlah kalau Kementerian Pendidikan Nasional bikin Ujian Nasional, supaya terukur standard mutu lulusan sekolah. Yang repot tentu para guru, murid dan orangtuanya masing-masing. Guru malu kalau m...

OPINI

Kecerdasan Beragama Oleh Mintardjo Penulis pernah menyaksikan peristiwa menarik dalam salah satu acara di TV swasta, Uang Kaget . Ada seorang remaja putri yang diberi uang sebesar 10 juta rupiah, yang harus dibelanjakan dalam waktu tertentu dan nanti menjadi miliknya. Anak yatim itu tinggal di rumah petak sederhana bersama ibunya. Melihat penampilannya, baik pakaian maupun tempat tinggalnya, mereka terkesan hidup di bawah standar, baik ekonomi maupun pendidikannya. Setelah menerima uang 10 juta remaja tersebut dengan sigap membelanjakannya dan tepat pada waktu yang ditentukan uang habis dibelanjakan. Pemandu menyatakan bahwa semua hasil belanjanya menjadi miliknya. Ada beberapa hal yang sangat luar biasa dan jauh di luar dugaan penulis terhadap kepribadian remaja tersebut sehingga tanpa terasa penulis pun meneteskan air mata: Pada waktu selesai belanja dan semua hasil belanjaannya dinyatakan sah menjadi miliknya, betapa dia dengan tulus berkali-kali mengucapkan...

Artikel-8

Artikel-8 The Dead of Journalism? Memperingati hari Pers Nasional 2010, 9 Februari Pengantar Sebuah pertanyaan menggelitik muncul dalam diskusi beberapa waktu lalu di sebuah komunitas pers, mengenai pers Indonesia: “Bagaimana membuat penerbitan yang laku? Apa ada resep ampuh?” Maka saya sebagai salah seorang pembicara menjawab: “Kenali dulu baik-baik siapa calon pembeli produk penerbitan Anda, siapa mereka dan apa maunya. Lalu layani mereka baik-baik. Itu pun kalau Anda mampu mengikuti terus selera dan keinginan mereka, karena di jaman sekarang selera dan kemauan itu terus berkembang, berubah dalam waktu cepat.” Ternyata pertanyaan dan jawaban itu sekaligus membuka diskusi hangat mengenai berbagai coreng-moreng mass media sekarang ini baik cetak maupun elektronik. Salah satu pertanyaan yang mencuat antara lain: “Gimana dong sama teori-teori yang kita dapat di bangku kuliah dulu?” Jawaban saya pendek: “Semua teori itu sudah kuno. Kita sendiri sekarang yang membikin teori itu. Pok...
Artikel-8 The Dead of Journalism? Memperingati hari Pers Nasional 2010, 9 Februari Pengantar Sebuah pertanyaan menggelitik muncul dalam diskusi beberapa waktu lalu di sebuah komunitas pers, mengenai pers Indonesia: “Bagaimana membuat penerbitan yang laku? Apa ada resep ampuh?” Maka saya sebagai salah seorang pembicara menjawab: “Kenali dulu baik-baik siapa calon pembeli produk penerbitan Anda, siapa mereka dan apa maunya. Lalu layani mereka baik-baik. Itu pun kalau Anda mampu mengikuti terus selera dan keinginan mereka, karena di jaman sekarang selera dan kemauan itu terus berkembang, berubah dalam waktu cepat.” Ternyata pertanyaan dan jawaban itu sekaligus membuka diskusi hangat mengenai berbagai coreng-moreng mass media sekarang ini baik cetak maupun elektronik. Salah satu pertanyaan yang mencuat antara lain: “Gimana dong sama teori-teori yang kita dapat di bangku kuliah dulu?” Jawaban saya pendek: “Semua teori itu sudah kuno. Kita sendiri sekarang yang membikin teo...