Cerita Pendek Oleh Adji Subela Panas membakar. Terik. Tak ada terdengar suara orang-orang. Burung-burung pun semuanya membisu. Dan jalan itu lurus membujur kaku menuju arah yang jauh sekali. Sepotong jalan tanah, sempit berdebu seolah tergolek tak berdaya didera siang jahanam. Rel kereta api yang sudah tak terpakai lagi di samping jalan pun tergeletak teramat kaku, seolah meluncur ke arah jauh tak terlihat, tak terduga. “Kak, aku haus…,” keluh si Kecil. “Sebentar Dik, sudah dekat tak jauh lagi..tahanlah,” kata Kakak membujuk. “Tak ada air minum, Kak? Aku haus sekali.” “Nanti ya Dik,” bujuk Kakak lagi. Ia sendiri pun merasa sangat haus, haus luar biasa. Tak ada air, tak ada rumah orang tempat ia hendak meminta air minum. Kakak teramat bingung. Hendak ke mana meminta air? Ke mana mereka akan pergi? Kakak tak tahu. Ia hanya akan berjalan ke arah mana saja, ke mana saja dua kaki kurusnya mem...
Blog ini seperti majalah ringan untuk Anda. Selain berisi catatan pribadi juga berisi artikel ringan, human interest, jokes, dll. Dengan kata lain, Anda seperti membaca majalah maya. Kritik dan saran dari Anda saya nantikan. Selamat mengikuti.