Langsung ke konten utama

Postingan

Indian Street di kota Kuching

Teks foto: Indian Street di kota Kuching, Serawak. Dulu namanya Keling Street lalu diubah guna menghindari kesan rasisme. Mirip Pasar Baroe bukan? Tapi lebih bersih dan lebih teratur. Pasar Baroe Punya Kembaran di Kuching, Serawak Oleh Adji Subela Sama seperti Jakarta, kota Kuching, ibukota Serawak, Malaysia Timur, juga memiliki daerah pertokoan yang mirip Pasar Baroe, di Jakarta Pusat itu. Sama seperti di Pasar Baroe tempo doeloe, daerah pertokoan ini dulunya juga didominasi oleh para pedagang asal India yang umumnya beragama Islam, dan sama-sama terhubung oleh sepotong jalan ke daerah yang juga disebut Gambir. Persis sama seperti di Jakarta.

Mengeruk Gunung Mengais Rejeki

Mengeruk Gunung Mengais Rejeki Oleh Adji Subela Jika Anda berjalan-jalan ke Kecamatan Sampung, Kab. Ponorogo, Jatim, maka pemandangan pertama yang mengikat mata adalah hutan jatinya. Yang kedua di kejauhan nampak gunung kapur yang krowak (terkeruk) dengan menyisakan batu-batu kapur atau batu gamping mentah putih kekuningan. Batu gamping (limestone) ini menjadi komoditas penting Sampung sejak puluhan tahun lalu. Batu kapur yang sudah masak dipasarkan di dalam kota hingga ke luar kota lainnya seperti Madiun, Ngawi, Surabaya, dan sebagainya. Proses pembuatan batu gamping ini sebetulnya sederhana saja. Bongkah-bongkah batu kapur mentah dibakar mencapai suhu k.l. dua ratus derajat Celcius selama 24 jam guna mengeluarkan kandungan air di dalamnya. Setelah ‘masak’ maka batu kapur telah berubah menjadi batu gamping yang memiliki kandungan kalsium lebih murni lagi.

Delivery Order Sate Ayam Ponorogo ala Bu Togog

Delivery Order Sate Ayam Ponorogo a la Bu Togog Oleh Adji Subela Sudah 70 tahun lebih daerah “Segitiga Emas” Ngepos, Ponorogo, menjadi pusat penjualan sate ayam. Di sana berkumpul paling tidak sepuluh orang penjual sate yang masih mempertahankan ciri mereka, yaitu tetap memajang angkringan yang di jaman dulu dipikul ke sana kemari, serta tempat pembakaran sate dari terakota (anglo) yang bentuknya khas dari Kota Reog itu. Kini Gang Sate di Desa Nologaten juga sudah menjadi pusat sate ayam lainnya.

Betawi bukan cuman Kerak Telor doang, Cing!

Betawi bukan cuman Kerak Telor doang, Cing! Oleh Adji Subela Sedih bener dengerin pernyataan orang soal Betawi. Kagak ada kemajuannya, serba klise stereotipe melulu. Katanya orang Betawi tersisih, makanannya terpinggirkan. Bengkali dari soal tanah emang bener begitu. Tapi masak iya orang Betawi digambarin bodoh melulu. Kagak, cing. Sebenernya nih, banyak orang Betawi jadi tokoh. Contoh besarnya ya M.H. Thamrin. Di jaman sekarang ini udah kagak kehitung orang Betawi jadi intelektual. Banyak yang jadi jenderal seperti Mayjen TNI (Purn) HM Djaelani, Mayjen TNI (Purn) Adam Damiri dan laen-laennya. Nyang jadi dokter ame tukang engsinyur kagak keiitung, begitu juga pilot di perusahaan besar, nyang jadi direktur perusahaan negara, swasta dan asing juga banyak. Yang jadi peneliti di berbagai lembaga ilmiah juga banyak. Liat tuh Ikrar Nusa Bhakti, dan laen-laennya. Apa itu enggak bisa dibilang maju? Sedeng Gubernurnya sendiri sekarang juga keturunan Betawi. Pengusa...

Dana Taktis Jande Mude

Cerpen Cerita Pendek Betawi ini mendapatkan gelar Juara III dalam Lomba Cerpen Betawi Lembaga Kebudayaan Betawi tahun 2005. Oleh Adji Subela Kampung Rawa yang biasanya adem-ayem aja, belakanganini rada-rada rungsing. Ibu-ibu rumah tangga bawaannya renyem, malah ada yang maunya bekaokan mulu kayak orang kesambet jin baghdad. Ini semua gara-gara kehadiran janda muda yang lumayan bahenol, yang ngontrak di rumah bedeng punya Haji Mamid. Saban pagi anak-anak sekolah yang laki pada bererot ngintipin kamar mandi si janda muda. Kalu dianya pergi mau kerja kek, mau ke pasar kek, mereka pada ngintilin jauh dari belakang kayak laler kurang kerjaan. Si janda itu Isah namanya, emang bener-bener resep diliatinnya. Senyumnya percis kayak Britney Spears, bodinya boto, boncengannya radial. Rambutnya bole dibilang ikel mayang. Kapan dianya lewat di jalan atawa di gang, baunya minyak wangi Air Mata Duyung ngeluber ke mana-mana. Bau parfum itu jatuhnya kayak minyak...

Ajaib! Gubernur Ali Sadikin pernah bertemu Gubernur Jenderal VOC

Ajaib! Gubernur Ali Sadikin pernah bertemu Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen Mantan Wapres Bung Hatta jadi saksinya malam-malam di Museum Jakarta Lama Oleh Adji Subela Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang memegang jabatan dari tahun 1966 hingga 1977, ternyata pernah mendapatkan “penampakan” dari Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen di tahun 1971. Malahan peristiwa yang menggemparkan itu disaksikan langsung oleh Proklamator/mantan Wapres Bung Hatta dan Ibu Rahmi Hatta tanggal 18 Oktober 1971 pada malam hari. Bukan hanya Bung Hatta s...

gambar tampak Gubernur Ali Sadikin

Teks foto: Dalam gambar tampak Gubernur Ali Sadikin (berdiri, kanan) mengangkat gelas, di sampingnya berdiri Gubernur Jenderal J.P. Coen (diperankan van der Valk). Bung Hatta (duduk no.2 dari kiri) tertawa sambil mengangkat gelas diikuti Ibu Rahmi Hatta (duduk, no.2 dari kanan). Sebelah kiri Bang Ali, berkacamata dan berjas hitam adalah Menteri Perdagangan Prof. Sumitro Djojohadikusumo. (Foto Ny. Pia Alisyahbana)